Tiga Aplikasi Seluler Ini Bagus untuk Menata Keuangan Anda

Ilustrasi: topapps4u.com

Mengambil studi akuntansi membuat saya terobsesi pada topik-topik keuangan. Saking terobsesinya, saya pernah mencoba mengaplikasikan ilmu akuntansi yang saya pelajari pada keuangan saya pribadi. Sulit ternyata, karena karakteristik keuangan pribadi itu berbeda dengan korporasi. Belum lagi pencatatannya pun saya lakukan tidak menggunakan sistem alias manual, sehingga membutuhkan upaya ekstra agar hasilnya rapi sesuai ekspektasi.

Bagi saya, pencatatan keuangan merupakan hal yang sangat penting. Dengannya saya bisa melacak arus kas saya secara lebih mendetail: darimana saja pemasukan dan kemana saja pengeluaran saya. Ini membuat keuangan saya menjadi lebih tertata (bukankah ini sesuatu yang banyak orang sukses finansial sering anjurkan?).

“Ah, buat apa repot-repot, sih?! Yang penting kan kita bisa menyisihkan sebagian uang kita untuk tabungan dan investasi. Gak perlu lah dicatat-catat!” Betul, memang. Namun, bukankah lebih baik lagi jika kita juga tahu detailnya agar bisa menjadi bahan evaluasi kita di kemudian hari? Siapa tahu pengeluaran bulan ini terasa agak memberatkan, kita pun bisa melacak seberapa banyak pemborosan yang telah kita lakukan untuk kemudian dipangkas di bulan berikutnya. Atau ketika merasa pemasukan bulan ini kurang memuaskan, kita pun bisa mencari tahu mana saja pos pemasukan yang kontribusinya perlu ditingkatkan (asumsi sumber pendapatan/pemasukannya variatif).

Bagaimanapun, saya mengerti itu bukanlah hal yang semua orang bisa melakukannya dengan mudah, mengingat tak semua orang mendapatkan ilmu tentang pencatatan keuangan semasa hidupnya. Namun, bukan berarti mereka sama sekali tak bisa melakukannya. Apalagi saat ini sudah banyak aplikasi yang sangat membantu dalam hal ini. Mereka hanya perlu mengunduhnya (download) dan memasangkannya (install) di perangkat seluler mereka. Ya, semudah itu, kok! Teman-teman tertarik mencobanya juga? Nih, saya bagikan tiga aplikasi seluler terbaik versi saya berikut ulasannya, dimulai dari yang paling saya rekomendasikan ya. (Catatan: ulasan akan didasarkan pada sistem berbasis Android dan lima komponen penilaian: desain, penggunaan, fitur, kinerja, dan harga).
 

1. Money Manager


Keunggulan
Ini adalah aplikasi pengelola keuangan yang paling pertama saya gunakan dan yang paling saya rekomendasikan. Sempat terhenti menggunakannya selama beberapa saat (karena beralih ke salah satu kompetitornya), saya memutuskan untuk kembali menggunakannya hingga detik ini. Alasan utamanya, karena aplikasi besutan Realbyte Inc. ini simple yet powerful (maaf bukannya sok Inggris, tapi saya agak kesulitan mencari terjemahan yang tepat untuk kata “powerful”).

Dari segi desain, aplikasi ini sangat sederhana dan elegan. Antarmukanya (interface) dikemas dengan baik dengan tombol-tombol fitur utama berada di tempat yang mudah dijangkau. Selain itu, cara penggunaannya pun sederhana — tidak memakai terlalu banyak detail yang dapat membingungkan penggunanya.

Aplikasi ini juga memiliki fitur dasar yang terbilang lengkap. Yang saya maksud sebagai fitur dasar di sini adalah fitur yang sifatnya prinsipil dan wajib dimiliki sebuah aplikasi pengelola keuangan, seperti fitur multi akun, transfer uang antar akun, kategorisasi pendapatan dan pengeluaran, grafik-grafik keuangan, penganggaran, dan ekspor-impor data untuk backup. Bagusnya, aplikasi ini menyediakan semua hal tersebut. Pokoknya, dari segi fitur sudah lengkap, deh (hanya mungkin butuh satu hal lagi agar lebih sempurna, seperti yang akan dibahas di bawah).

Fitur dasar yang paling saya suka dari aplikasi ini adalah grafik-grafik keuangannya. Bisa melihat seperti apa perkembangan pendapatan dan pemasukan dari waktu ke waktu dengan ilustrasi grafik yang baik, adalah hal yang sangat menarik bagi saya. Saya bisa tahu pengeluaran mana saja yang dari waktu ke waktu terus meningkat untuk kemudian saya evaluasi dan kendalikan. Saya juga bisa tahu kalau saya tengah menjadi orang yang kurang bersyukur apabila grafik pengeluaran saya untuk sedekah terus menurun.

Faktor lain yang menjadi katalis aplikasi ini adalah kinerjanya yang stabil. Tidak seperti aplikasi-aplikasi sejenis yang pernah saya coba, aplikasi ini tidak pernah mengalami gangguan. Gangguan seperti mati tiba-tiba (force close), membeku (freezing), fitur tidak berfungsi, dan lain sebagainya adalah gangguan yang lazim dialami sebuah aplikasi, yang tidak saya temukan di aplikasi ini sedari awal saya menggunakannya.

Dan yang tidak kalah penting, aplikasi ini gratis! Yah, memang ada beberapa tambahan fitur yang baru bisa digunakan jika kita membelinya, namun pada dasarnya yang disediakan secara gratis di aplikasi ini sudah cukup memuaskan. Terlebih, pengembangnya memungkinkan kita mendapatkan fitur tambahan yang dimaksud dengan cara lain tanpa kita harus mengeluarkan uang sepeserpun. Mau? Silakan download aplikasinya di sini. Setelah terpasang di perangkat, Anda bisa klik link ini untuk mendapatkan poin gratis yang bisa Anda tukarkan dengan fitur premium.

Kekurangan
Namun selazimnya sebuah karya cipta, aplikasi ini juga memiliki beberapa kekurangan. Pertama, aplikasi ini tidak (atau belum) menyediakan fitur pengelola utang-piutang (debt management). Meskipun tidak prinsipil, fitur ini cukup berguna, khususnya bagi mereka (termasuk saya) yang tak jarang berurusan dengan utang-piutang. Saya pribadi sangat jarang berutang, tapi cukup sering berpiutang. Jadi, saya rasa aplikasi ini akan lebih sempurna apabila menyediakannya.

Kedua, iklan pada versi gratisnya cukup mengganggu dan meresahkan. Bukan karena banner-nya yang terlalu besar atau terlalu banyak, melainkan karena kemunculannya yang tidak terduga-duga dan kontennya yang tak jarang porno. Iklan-iklan sejenis BIGO LIVE dengan wanita-wanita Asia yang pamer keseksian cukup sering saya jumpai. Inilah mengapa saya katakan meresahkan. Bayangkan saja jika iklan tersebut muncul ketika kita sedang bersama orang-orang terdekat. Meresahkan, kan? Nyatanya, itulah yang terjadi pada saya. Hahaha wkwkwk!
 

2. Wallet

Keunggulan
Aplikasi besutan BudgetBakers ini menjadi pesaing terberatnya Money Manager, menurut saya. Apa yang ada di dalam aplikasi ini hampir mirip dengan yang ada di aplikasi itu. Desainnya cukup sederhana dan bersih, dengan menu-menu yang terorganisir. Penggunaannya pun masih tergolong sederhana, meskipun dengan lebih banyak detail.

Sumber: Play Store
Aplikasi ini terbilang lebih unggul dari segi fitur ketimbang kompetitor utamanya itu. Semua fitur dasar, seperti yang saya sebutkan di ulasan Money Manager, tersedia dengan lengkap pada aplikasi ini. Yang membuatnya unggul, grafik-grafiknya dapat menyajikan data dengan lebih baik dan nampak lebih profesional. Lalu, aplikasi ini menyediakan fitur-fitur tambahan yang inovatif seperti fitur pengelola utang-piutang, penanda lokasi terjadinya transaksi, sinkronisasi bank, dan asisten pribadi.

Jadi, dengan fitur pengelola utang-piutang, ketika kita meminjam (berutang) atau meminjamkan (berpiutang) uang, kita bisa dengan mudah mencatatkannya di aplikasi ini dan akan terekap secara otomatis di bagian Debt. Ini memudahkan kita dalam memonitor mana saja piutang yang masih belum tertagih dan mana saja utang yang masih harus dibayar. Tak seperti di aplikasi sebelumnya, yang utang-piutangnya tidak bisa dicatat secara praktis dan otomatis sehingga menyulitkan penggunanya untuk memonitornya.

Semua jenis transaksi juga akan tercatat beserta lokasinya jika kita menyalakan setelan peta lokasi. Lalu, dengan sinkronisasi bank, segala jenis transaksi akan tercatat otomatis setiap kali dilakukan melalui rekening bank kita. Kita hanya perlu mengedit detailnya saja jika dirasa ada yang kurang tepat, seperti misalnya kategori pengeluaran dan pendapatan. Dan fitur asisten pribadi membuat semuanya lebih terkontrol karena ia akan segera memberitahu kita jika telah terjadi transaksi.

Dari segi kinerja, sama seperti Money Manager, aplikasi ini juga stabil tanpa adanya gangguan yang berarti. Masalah harganya, pada dasarnya aplikasi ini gratis, meskipun dengan banyak keterbatasan, seperti yang akan saya bahas di bawah.

Kekurangan
Sayangnya, secara keseluruhan aplikasi ini gagal mengungguli si kompetitor utamanya. Seperti yang sudah saya singgung, aplikasi ini pada dasarnya mudah digunakan, namun terlalu banyak menggunakan detail. Ketika kita mencatat suatu transaksi, ada banyak isian yang bisa kita isikan seperti label, status, dan si penerima pembayaran. Memang isian-isian itu tidak wajib diisi, namun cukup membuat bingung (dan terutama kurang berguna bagi) penggunanya. Lalu, meskipun dilengkapi dengan lebih banyak fitur tambahan, beberapa di antaranya justru hanya mengurangi kesederhanaan penggunaannya. Banyak fitur yang saya rasa kurang berguna dan hanya akan menambah bingung penggunanya, seperti fitur Loyalty Cards, Warranties, dan Group Sharing. Saya kurang begitu paham apa fungsi masing-masing fitur tersebut, yang jelas, tanpa adanya fitur itu, saya yakin aplikasi ini tidak akan berkurang kegunaannya.

Kekurangan selanjutnya aplikasi ini, fiturnya banyak tapi juga banyak yang terbatas. Memang wajar jika sebuah aplikasi menerapkan sistem berbayar untuk fitur-fitur tertentu di dalamnya. Hanya saja, untuk aplikasi ini, saya menilai hal tersebut kurang ideal. Ambil contoh, fitur multi akun (fitur ini memungkinkan kita mencatatkan transaksi dari berbagai sumber akun yang kita miliki seperti akun uang tunai, rekening bank A, rekening bank B, kartu kredit, dan lain sebagainya). Di versi gratis aplikasi ini, kita hanya bisa memiliki tiga jenis akun, dan itu tidak ideal, khususnya bagi mereka yang memiliki banyak akun (biasanya para pebisnis).

“Ya, kalau begitu pake versi berbayarnya dong!” Nah, masalahnya, harganya juga tidak sepadan menurut saya. Catat ya: bukan mahal, tapi tidak sepadan! Rp138.000 per tahun itu mahal sih tidak, ya. Tapi dengan berbagai pertimbangan, terutama seperti yang sudah saya jelaskan di atas (ditambah ada aplikasi lain yang lebih baik), jika harus mengeluarkan uang segitu setiap tahunnya, saya sih “no!”
 

3. Monefy

Keunggulan
Aplikasi selanjutnya ini sangat cocok untuk mereka yang mengutamakan kesederhanaan. Ya, semua komponen penilaian saya yang terdapat pada aplikasi ini sangat sederhana. Desainnya, penggunaannya, fitur-fiturnya, dan kinerjanya, semuanya sederhana. Tak terkecuali harganya (baca: murah).

Aplikasi ini memiliki desain yang rapi dan bersih. Sama seperti Money Manager, antarmukanya pun didesain seminimalis mungkin dengan tombol-tombol fitur utama yang mudah dijangkau. Dan soal fiturnya, aplikasi ini juga tidak memiliki banyak “tetek bengek” yang dapat membuat penggunanya bingung. Hampir semua fitur dasar tersedia di sini. Hal ini membuat penggunaannya pun sangat sederhana (baca: praktis). Kinerjanya juga sederhana dan stabil. Maklum, aplikasi ini sangat minimalis.

Untuk masalah harga, teman-teman tak perlu khawatir karena tawaran mereka sangat rendah. Teman-teman hanya perlu membayar sebesar Rp33.000 untuk beralih ke kelas premium. Murah kan? Apalagi angka tersebut hanya perlu kita bayarkan sekali saja, tanpa ada kata kadaluarsa.

Kekurangan
Menjadi aplikasi yang terlalu sederhana bukan berarti menjadikannya bebas dari kekurangan. Malah bisa saja kesederhanaan yang berlebih itulah yang menjadi kekurangannya. Ini yang menurut saya terjadi pada Monefy. Ada beberapa hal yang seharusnya tidak terlalu disederhanakan, namun terlalu mereka sederhanakan seperti grafik keuangan dan kategorisasi transaksi.

Bagi saya, grafik keuangan adalah hal yang sangat vital. Bahkan itu yang menjadi alasan utama saya menggunakan sebuah aplikasi pengelola keuangan. Mengapa? Karena grafik dapat merepresentasikan kondisi keuangan dengan lebih baik dan menarik. Tanpa adanya grafik yang memadai, evaluasi keuangan akan lebih sulit dan membosankan untuk dilakukan: sulit karena penggunanya harus menyarikan berbagai macam transaksi secara manual, membosankan karena penyajiannya akan sangat terbatas.

Betul, aplikasi ini menyediakan sebuah grafik (grafik pay lebih tepatnya), namun itu tidak cukup karena grafik tersebut hanya merepresentasikan kondisi keuangan pada satu periode tertentu. Hal ini membuatnya tidak berguna tatkala penggunanya ingin mengetahui mana saja pos yang kinerjanya lebih baik/buruk (karena tidak bisa dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya).

Selain itu, sang pengembang aplikasi, MonefyApp, nampaknya kurang peka terhadap beragamnya dan uniknya cara orang-orang mengklasifikasikan/mengkategorisasikan transaksinya. Ini terlihat dari cara mereka yang tidak menyediakan fitur anak kategori (subcategory) pada masing-masing kategori transaksinya. Kondisi ini membuat penggunanya tidak bisa melacak pendapatan/pengeluarannya secara lebih spesifik, yang bisa berdampak pada kurang komprehensifnya evaluasi keuangan yang mereka lakukan. Yang cukup krusial, aplikasi ini tidak menyediakan fitur penganggaran. Jadi, jika Anda menginginkan aplikasi yang dapat membantu Anda menyusun anggaran setiap bulannya, aplikasi ini bukan untuk Anda. Tapi, kalau Anda pikir sebatas catat-mencatat transaksi saja sudah cukup, aplikasi ini cocok untuk Anda.
 

______________
 

Catatan: Ini hanyalah ulasan. Saya tidak punya kepentingan apapun pada nama-nama yang saya sebutkan di atas. Ulasan saya lakukan seobjektif mungkin berdasarkan pengamatan pribadi tanpa terdistorsi oleh sesuatu hal apapun. Keputusan untuk menggunakan atau tidak menggunakan aplikasi saya serahkan sepenuhnya kepada pembaca karena saya hanya mengulas, bukan mengajak. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk mendiskreditkan aplikasi-aplikasi lain yang namanya tidak saya sebutkan di sini. Adapun alasan mengapa saya hanya mengangkat tiga aplikasi pada artikel ini adalah karena saya ingin membatasi ulasan pada tiga aplikasi pengelola keuangan yang menurut saya terbaik dan yang, hingga tanggal artikel ini dipublikasikan, memiliki lencana “Editor Choice” dari aplikasi Play Store. Artikel akan diperbaharui secara berkala setiap 3 (tiga) bulan sekali dan ulasannya akan bergantung pada perkembangan lencana dan kemampuan yang ada pada masing-masing aplikasi. Dengan demikian, aplikasi yang belum disebutkan namanya saat ini memiliki peluang untuk bisa masuk dan diulas di artikel ini.

Berikan Komentar