Home » Mematahkan Mitos dengan Statistika, Memangnya Bisa?
Mematahkan mitos dengan statistika perlu dijawab dengan hati-hati.
Ilustrasi mematahkan mitos (losangelespterygium.com)

Banyak mitos yang tersebar di masyarakat, seperti kupu-kupu yang masuk ke rumah sebagai pertanda kedatangan tamu atau mitos-mitos lainnya. Entah berapa banyak lagi hal senada yang pernah kita dengar, yang terus lestari karena kita tidak pernah memikirkan untuk mematahkan mitos tersebut.

“Memang, apa pentingnya mematahkan mitos-mitos itu bagi kita?” Anda mungkin bergumam. Lagi pula, bagaimana caranya, ya kan?

Sebagai manusia, kita memiliki kebutuhan untuk mendapat pengakuan bahwa kita adalah makhluk yang cerdas. Ini merupakan salah satu kebutuhan dasar dalam aspek psikologis yang disebut sama pentingnya dengan kebutuhan manusia untuk makan dan minum, menurut Self-Determination Theory.

Untuk dapat dikatakan cerdas, tentu kita harus menggunakan akal dan logika kita dalam menyikapi berbagai persoalan, termasuk ungkapan-ungkapan yang dirasa tidak kena di logika. Paling tidak, itu akan menunjukkan bahwa kita makhluk yang berpikir, meskipun mungkin pada akhirnya tidak semua kriteria “cerdas” kita dapatkan.

Jadi, penting bagi kita untuk tidak menelan mentah-mentah mitos-mitos, sekalipun itu adalah hal yang selalu diulang-ulang oleh orang-orang di sekitar kita.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mematahkan mitos-mitos itu? Beruntung, kita memiliki bidang ilmu yang berguna, yaitu statistika (statistics).

Empat kata kunci penting yang statistika bisa berikan kepada kita, antara lain:

  1. Objektivitas: Analisis statistik memberikan pendekatan yang objektif dan berdasarkan data untuk mengevaluasi klaim, yang dapat membantu meminimalkan bias dan opini pribadi.
  2. Mengidentifikasi pola: Statistika memungkinkan identifikasi pola dan hubungan dalam data, yang dapat mengungkapkan apakah ada bukti yang mendukung sebuah klaim.
  3. Menetapkan kausalitas: Meskipun tidak selalu memungkinkan, analisis statistik dapat membantu membangun hubungan sebab akibat antar variabel, lebih dari sekadar korelasi.
  4. Generalisasi: Metode statistik memungkinkan kita untuk menarik kesimpulan yang dapat diterapkan secara lebih luas, di luar konteks spesifik dari satu klaim.

Sayangnya, bidang ilmu ini seringkali kurang diminati lantaran sering dianggap rumit, dengan rumus-rumusnya yang kompleks. Akan tetapi, gagasan dari statistika sebetulnya sangatlah praktis, sampai-sampai bisa kita praktikkan di keseharian kita, termasuk untuk mematahkan mitos-mitos.

Kembali ke contoh mitos kita yang pertama, misalnya, yaitu kupu-kupu yang masuk ke rumah sebagai pertanda bahwa rumah tersebut akan kedatangan tamu. Bagaimana statistika bisa membuktikan validitas dari mitos tersebut?

Ada beberapa prosedur yang harus dipenuhi dalam melakukan analisis statistik. Pertama, tentukan variabelnya. Dalam kasus ini, variabel Anda adalah keberadaan kupu-kupu di dalam rumah dan kedatangan tamu.

Kedua, kumpulkan datanya. Lakukan survei terhadap sampel acak rumah tangga di Indonesia untuk menentukan apakah mereka pernah mengalami kupu-kupu memasuki rumah mereka dan apakah ada tamu yang datang tak lama setelahnya. Anda juga dapat memasukkan variabel kontrol seperti lokasi, waktu, dan musim untuk memperhitungkan faktor pengganggu yang mungkin terjadi.

Ketiga, analisis datanya. Hitung proporsi rumah yang dimasuki kupu-kupu dan tak lama setelahnya menerima tamu. Bandingkan proporsi ini dengan proporsi keseluruhan rumah yang menerima tamu terlepas dari keberadaan kupu-kupu. Anda bisa menggunakan uji chi-kuadrat (chi-squared) untuk menentukan apakah ada hubungan yang signifikan secara statistik antara kupu-kupu yang masuk ke rumah dan kedatangan tamu.

Keempat, intepretasikan hasilnya. Jika uji chi-kuadrat menunjukkan hubungan yang tidak signifikan, ini dapat mengartikan bahwa mitos tersebut memang tidak perlu digubris. Sementara, jika uji chi-kuadratnya signifikan, ini dapat mengartikan bahwa mitos tersebut memiliki landasan yang kuat dalam realitas, meskipun tidak serta-merta bisa kita katakan sebagai fakta (karena mitos tidak akan pernah menjadi fakta).

Poinnya adalah, Anda tidak perlu terlalu fokus dengan jargon-jargon teknis statistika di atas. Anda hanya perlu memahami gagasannya bahwa statistika memungkinkan kita untuk mematahkan mitos dengan empat langkah tersebut.

Namun, perlu juga diingat bahwa analisis statistik tidak selalu bisa memberikan jawaban yang lugas, hitam atau putih. Alasannya adalah karena analisis statistik berurusan dengan probabilitas dan pola, bukan kebenaran yang hakiki.

Ketika sebuah model dinyatakan tidak signifikan secara statistik, hal ini menunjukkan bahwa pola yang diamati kemungkinan besar disebabkan oleh faktor kebetulan atau variasi acak daripada hubungan nyata antar variabel. Namun, hal ini tidak sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan akan adanya hubungan yang tidak terdeteksi karena keterbatasan data atau analisis.

Demikian pula, ketika sebuah model signifikan secara statistik, ini menunjukkan bahwa pola yang diamati tidak mungkin terjadi secara kebetulan, yang menunjukkan bahwa mungkin ada hubungan yang nyata antar variabel. Namun, hal ini tidak serta merta membuktikan bahwa hubungan tersebut bersifat kausal atau bahwa faktor-faktor lain tidak berperan.

Jadi, berdasarkan analisis statistik saja, kita tidak bisa menyimpulkan bahwa mitos kupu-kupu itu fakta atau bukan karena, sekali lagi, mitos tidak akan pernah menjadi fakta. Namun, hasil yang signifikan akan menunjukkan bahwa ada beberapa pola atau korelasi antara kupu-kupu dan kedatangan tamu yang perlu diselidiki lebih lanjut, tetapi tidak membuktikan bahwa mitos tersebut didasarkan pada fenomena supernatural yang nyata.

Di sisi lain, jika analisis tentang kupu-kupu hasilnya tidak signifikan secara statistik, ini menunjukkan bahwa pola yang diamati kemungkinan besar disebabkan oleh kebetulan atau variasi acak, yang mengindikasikan bahwa mitos tersebut mungkin hanya takhayul.

Jadi, meskipun analisis statistik dapat memberikan wawasan tentang masuk akalnya sebuah mitos, penting untuk diingat bahwa analisis ini tidak selalu dapat memberikan jawaban yang konklusif. Analisis statistik adalah alat yang ampuh untuk memahami dunia, tetapi penting untuk mengingat keterbatasannya dan menginterpretasikan hasilnya dengan hati-hati.

Jadi, apakah statistika bisa mematahkan mitos? Jawabannya adalah bisa, tapi itu tidak berarti menyimpulkan bahwa mitos tersebut adalah fakta atau bukan.

Apa penilaian Anda tentang artikel ini?
+1
0
+1
0

Tentang Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.