ARUS PERDAGANGAN FOREX

Seperti yang sudah saya jelaskan di bahasan sebelumnya, karena yang kita perdagangkan di sini adalah selisih mata uang maka kita dapat melakukan transaksi dalam dua arah; ‘buy’ dan/atau ‘sell’. Trader dapat membeli mata uang di harga murah terlebih dahulu lalu menjualnya kembali ketika harga mahal, atau sebaliknya; menjual terlebih dahulu—di harga mahal—lalu membeli di harga murah.

Transaksi yang dilakukan tadi nantinya akan diperdagangkan kembali oleh suatu perantara yang biasa kita sebut dengan broker. Broker—forex—merupakan perantara antara trader dengan bank. Bank sebagai market maker memiliki peran penting atas terbentuknya harga suatu mata uang karena bank tersebut nantinya akan memperdagangkan kembali forex (valuta asing) dengan bank-bank lain di seluruh dunia.

Dalam melakukan perdagangan forex bank-bank tersebut menggunakan jaringan terpadu dan terstruktur yang sangat rumit yang dikenal dengan nama Elektronic Communication Network.

 

KURS / NILAI TUKAR MATA UANG

Sebelum benar-benar memasuki arena Forex, penting bagi kita untuk dapat membaca kurs suatu pasang mata uang. Pembacaan kurs biasanya dinyatakan dalam dua jenis harga, yaitu: harga penawaran/jual (‘BID’) dan harga permintaan/beli (‘ASK’). Perbedaan kedua jenis harga tersebut terletak pada posisinya yang mana: harga penawaran/jual posisinya selalu lebih rendah dibanding harga permintaan/beli. Namun demikian, banyak pula ‘Chart’ atau trading platform yang saat ini menunjukkan harga hanya menggunakan satu jenis harga yaitu harga penawaran/jual (‘BID’).

Perbedaan atau selisih harga jual dan harga beli tadi disebut dengan ‘SPREAD’Spread inilah yang nantinya digunakan oleh broker atau bahkan bank dalam mengambil keuntungan dari setiap transaksi yang kita lakukan, baik itu jual maupun beli. Dengan kata lain, broker dan bank selalu memperoleh keuntungan dari setiap transaksi yang terjadi—yang dilakukan para trader—di seluruh penjuru Bumi ini.

Setiap pasangan (pair) mata uang memiliki besaran spread yang berbeda-beda. Hal tersebut bergantung pada ketentuan broker yang Anda gunakan. Pertimbangan broker dalam menentukan spread suatu pair biasanya difaktori oleh volume transaksi atau volatilitas yang terjadi setiap harinya pada pair tersebut. Pair yang memiliki volatilitas tinggi biasanya memiliki spread yang lebih besar dibanding pair yang bervolatilias rendah. Tentunya, setiap broker memiliki ketentuan dan kebijakannya masing-masing dalam menentukan besaran spread. Ketentuan dan kebijakan inilah yang nantinya dapat dijadikan sebagai pertimbangan para calon konsumen dalam memilih dan menggunakan broker. Biasanya broker dengan ketentuan spread lebih rendahlah yang banyak diminati trader dalam menunjang trading forexnya.

 

MEMBACA PASANGAN (‘PAIR’) MATA UANG

Karena yang diperdagangkan adalah selisih mata uang, forex akan selalu dinyatakan dalam bentuk pasangan (selanjutnya akan lebih sering saya sebut pair). Pair, seperti yang sudah saya jelaskan, terbagi ke dalam dua jenis, yaitu: major pair dan cross pair. Banyak versi mengenai penjelasan dan pengklasifikasian major dan cross pair ini, tapi secara umum major pair adalah pasangan mata uang yang relatif lebih sering diperdagangkan oleh traders dan memiliki mata uang utama dunia di dalamnya, contoh: EURUSD, GBPUSD, USDJPY, USDCHF, USDCAD, EURJPY, dan GBPJPY. (Paling tidak, pair-pair tersebutlah yang harus ada dalam daftar pair yang dapat diperdagangkan). Sedangkan yang lainnya diklasifikasikan sebagai cross pair.

Mata uang yang terletak di depan disebut sebagai ‘base-currency’ sedangkan yang terletak di belakangnya disebut ‘counter-currency’. Base-currency adalah mata uang yang ditransaksikan dan selalu bernilai 1 (satu) sedangkan ‘counter-currency’ merupakan mata uang pembayarnya. Misalkan Anda melihat pergerakan harga GBPUSD ditutup di level 1,6415, itu artinya 1 GBP (Great Britain Poundsterling) bernilai 1,6415 USD (US Dollar). Well, karena saya cinta Indonesia, saya beri contoh dalam bentuk rupiah ya. Misal: tertera nilai USDIDR = 8.501, berarti 1 US Dollar tersebut nilainya sama dengan Rp8.501,00. By the way, IDR ini tidak tergolong ke dalam kelompok pair yang bisa diperdagangkan lho, guys. Kita hanya bisa memantau pergerakannya saja tanpa bisa memasang transaksi ‘buy’ atau ‘sell’.

Dalam grafik/chart kita akan sering melihat naik/turunnya harga. Naik/turunnya harga ini dapat diartikan dari dua sudut pandang: sudut pandang ‘base-currency’ (Sight of Base-currency) dan sudut pandang ‘counter-currency’ (Sight of Counter-currency). Ketika kita melihat pergerakan pair EURUSD sedang naik, kita mendapati dua kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah nilai dari base-currency yang menguat,  dan yang kedua adalah nilai dari counter-currency-nya yang melemah. Hal tersebut bisa kita cari tahu dengan cara menganalisis keadaan ekonomi negara yang bersangkutan, dalam hal ini yaitu Uni Eropa dan Amerika sebagai pemilik mata uang euro dan dolar. (Analisis keadaan ekonomi suatu negara ini nanti akan saya bahas lebih lanjut di BAB Analisis Fundamental).