Orang yang ingin masuk ke bisnis forex tanpa tahu resikonya ibaratkan rusa yang ingin menyeberang jalan. Ia tidak tahu apa yang sedang dihadapinya.

           “Nak, kalau nyeberang lihat kanan kiri yah!” | “I..iya, Mah” | “Awas ya, kalo kamu sampe ketabrak mobil, kamu bakal mamah sabet pake lidi 100 kali!! | “Gak sekalian dicambuk aja, Mah?! | #mendadaksangathening

           Barangkali kutipan (yang ditebali) tadi sudah mewakili semua hal yang akan dibahas dalam bab ini. Lho! Apa hubungannya kutipan tadi dengan forex khususnya bab ini? Yuk, kita bahas! (Btw, jangan diseriusi yah percakapan di atas tadi. Itu cuma fiktif belaka kok. Hehehe..)

            Begini, ketika kita ingin menyeberangi sebuah jalan raya yang ramai lalu-lalang kendaraan (anggap jalan raya tersebut tidak memiliki jembatan penyebrangan jalan), tentunya kita harus benar-benar fokus dan memperhatikan keadaan sekitarnya terlebih dahulu sebelum menyeberang yaitu dengan melihat ke kanan dan ke kiri, apakah jalanan tersebut dirasa cukup aman atau belum untuk diseberangi. Tidak bisa hanya menengok ke satu arah jalan saja untuk nyeberang. Kecuali Anda ingin koit. Setuju ga? Kalo ga setuju, maaf-maaf ya, saya saranin Anda ke rumah sakit jiwa sekarang juga! Seperti yang sepele memang, tapi sangat berguna dan banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari perumpamaan tadi. Jangan sampai hal seperti di bawah ini terjadi kepada Anda.

 

Si Risky dan Si Untung

Di forex, kita mengenal yang namanya ‘keuntungan’ dan ‘resiko’ (return and risk). Saya analogikan return dan risk ini sebagai dua orang yang bebeda yah; si Risky dan si Untung. Saya lebih senang menyebut nama Risky terlebih dahulu ketimbang Untung. Kenapa? Karena berdasarkan pengalaman saya, orang yang lebih dulu mengenal Untung ketimbang Risky akan sangat sulit untuk sukses di forex atau paling tidak untuk memperoleh profit yang konsisten. Lho! Kok gitu? Ya begitulah adanya. Mereka yang mengenal si Untung lebih dulu daripada si Risky akan terlena dan terbuai akan apa yang disebut dengan ‘keuntungan’:“Wah, bagus juga yah prospeknya!” | “Yang benar, bisa meraih 20% bahkan lebih dari modal hanya dalam sehari bahkan hitungan jam?” | “Asik juga nih buat penghasilan tambahan” | Sekiranya itulah yang sering saya dengar dari mulut orang awam yang ingin masuk ke bisnis ini. Kalau sudah begitu, bukan tidak mungkin mereka akan beranggapan: “gak perlu lah, berkenalan sama si Risky, si Untung lebih asik orangnya!”. Tidak bisa dipungkiri, ini sering muncul dalam pikiran mereka yang hatinya cenderung gelap karena iming-iming keuntungan yang diperlihatkan oleh si Untung.

 

Dua Sisi Mata Uang

Padahal tidak begitu semestinya. Anda tidak boleh menyisihkan Risky dari pergaulan Anda. Risky dan Untung ini sama-sama penting. Mereka (Risky dan Untung –red) seperti dua buah sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Mereka akan selalu bersama selamanya, kemanapun mereka pergi. Jika Anda ingin bergaul dengan Untung maka Anda harus pula mengikut-sertakan Risky dalam pergaulan Anda. Meski memang sulit untuk menghindar dari iming-iming keuntungan forex, tapi paling tidak Anda harus mampu menyama-ratakan kedudukan Risky dan Untung di mata Anda demi terciptanya dan terjaganya pertemanan yang dapat menunjang karir Anda dalam bisnis forex (baca: kelangsungan / eksistensi trading Anda di forex).

 

Sedia Payung Sebelum Hujan

Dalam hal pertemanan dengan Si Risky dan Si Untung, memang kita dituntut untuk selalu bijak dalam menyikapinya. Namun, alangkah baiknya jika Anda memberi perhatian lebih kepada Risky ketimbang Untung sebelum Anda benar-benar memasukan dana ke dalam rekening forex Anda. Sebagai seorang (calon) trader, Anda sudah semestinya bersikap profesional. Anda harus melek mulai dari sekarang dan menyadari bahwasannya hidup tidak melulu manis. Pasti ‘si pahit’ pun sewaktu-waktu menghampiri kita. Hanya saja, pertanyaannya, siapkah Anda ketika ‘si pahit’ datang menghampiri Anda? Dan, langkah seperti apa yang telah Anda siapkan? Itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang wajar yang berkaitan dengan perencanaan (planning). Kita dituntut memiliki perencanaan yang matang agar sewaktu  hal yang tidak kita inginkan terjadi, kita dapat mengatasinya dengan lebih mudah dan penuh persiapan. Ibaratnya, Anda sedia payung sebelum hujan. Jika sewaktu-waktu hujan datang, Anda tidak perlu lagi khawatir akan kebasahan karena Anda sudah menyiapkan payung sebagai pelindung hujan.

 

Risky (Berisiko)

Sama halnya dengan Si Risky tadi. Kita akan secara otomatis mencari rencana (dalam hal ini solusi) jika kita telah mengetahui bagaimana skenario terburuk yang mungkin terjadi dalam bertrading forex. Ingat kutipan ini: “Someone who doesn’t have a plan is someone who plans a failure” – Seseorang yang tidak memiliki rencana adalah seseorang yang sedang merencanakan kegagalan. Lalu, seperti apa resikonya? Sebetulnya banyak sekali resiko yang dapat ditimbulkan dari bisnis forex ini, tapi–paling tidak–satu hal yang sangat berkaitan namun bertolak belakang dengan harapan orang terhadap forex. Yaitu:

Modal yang Anda taruh bisa lenyap hanya dalam seketika. Yap, jelas sekarang bahwa tidak hanya keuntungan saja yang bisa kita peroleh dengan mudah dan cepat tapi juga kerugian. Ini bergantung pada banyak hal, dan salah satunya adalah pada metode dan sistem trading yang Anda gunakan. Seberapa akurat metode tersebut dapat membantu Anda dalam memprediksi harga dan seberapa bagus sistem trading yang Anda terapkan dalam menyusun ‘risk and reward ratio’. Itu adalah dua hal yang seringkali menjerumuskan para trader–baik yang masih pemula maupun yang sudah senior—jika tidak dibarengi dengan disiplin tinggi dan pemahaman mendetail dalam penggunaannya.

Masih bingung, bagaimana forex bisa membumi-hanguskan modal kita hanya dalam sekejap? Gini bro gambaran kecilnya. Pergerakan beberapa mata uang dalam bursa forex memiliki volatilitas (ketidak-menentuan) harian yang tinggi. Sebagai contoh mata uang GBP/JPY (Great Britain Poundsterling terhadap Japanese Yen). GBPJPY (atau biasa disingkat GJ) memiliki volatilitas pergerakan yang mencapai 150 pips perhari. Yang jika dirupiahkan setara dengan Rp1.350.000. Itu artinya Anda memiliki kemungkinan loss sebesar Rp1.350.000 perhari. Wuzzz, Jangan panik dulu, bro! Seperti yang saya katakan sebelumnya, ini semua bergantung pada bagaimana metode dan sistem Anda berpadu dalam menunjang trading forex Anda. Dengan kata lain, Anda wajib mempelajari terlebih dahulu berbagai metode dan sistem trading sampai Anda menemukan kecocokan antara diri Anda dengan metode dan sistem yang Anda gunakan. Cocok dalam arti dapat membawakan Anda keuntungan tentunya, bukan kebuntungan.

Resiko lainnya hanyalah resiko turunan yang dapat terjadi setelah kasus (resiko) di atas terjadi kepada Anda. Resiko tersebut yaitu STRESS dan GILA. Hehehe. Walaupun sepertinya lebay, tapi hal ini serius. Beberapa trader di luar sana mengalami depresi berat akibat kehilangan banyak dananya di pasar valas ini. Begitulah dunia investasi, khsusnya forex. Resiko yang ada menjadi tidak diperhatikan karena keuntungan yang bisa didapat sangat menggiurkan. Jadi, memang tidak salah jika forex dikatakan sebagai ‘high risk high return business’. Resiko yang ada setimpal dengan keuntungan yang dapat diperoleh. Atau sebaliknya, keuntungan yang dapat diperoleh setimpal dengan resiko yang ada. Hehehe.

So, masih mau masuk ke bisnis ini? Think twice and think wisely! Saran saya, berapapun dana yang akan Anda gunakan sebisa mungkin usahakan itu adalah dana yang bersifat idle atau dana yang tidak terpakai. Ingat, investasi yang tidak dibarengi dengan ilmu hanyalah sebuah spekulasi! Don’t be afraid, don’t be greedy, and don’t be overconfident!

 

NB: ‘RISK &RETURN’ ini sengaja saya taruh di awal bahasan karena memang bab ini sangat penting untuk dipahami sebelum Anda terjun ke forex. Selain itu, saya ingin mendorong supaya Anda mau mempelajari forex tidak hanya cara menghasilkan keuntungannya saja tapi juga cara menghadapi resikonya. Kelanjutan bab ini akan saya bahas di bab “Risk Management” nanti.