Order lebih dikenal dengan istilah entry, open position, atau juga open price. Selain dapat dilakukan dalam dua arah; ‘buy’ dan ‘sell’, order juga dapat dilakukan dengan berbagai cara. Masing-masing cara atau tipe order ini dapat digunakan sesuai dengan strategi dan keadaan tertentu. Adapun tipe-tipe order tadi adalah sebagai berikut:

  1. Direct Order

Direct order adalah order atau entry yang dilakukan—secara langsung—pada harga pasar yang sedang terjadi saat itu juga.

Lazimnya, hal ini dilakukan pada saat awal terjadinya reversal (pembalikan arah trend) agar dapat meraih hasil yang optimal. Namun, pada dasarnya, direct order ini dapat dilakukan kapanpun dan di harga berapapun sesuai kehendak trader.

 

  1. Pending Order

Sesuai dengan artinya yaitu tertunda, pending order ini adalah order yang dilakukan pada saat tertentu namun tertunda eksekusinya guna mendapatkan posisi transaksi yang lebih ideal dari harga pasar yang terjadi pada saat itu. Pending order ini terbagi lagi ke dalam dua jenis, yaitu; limit order dan stop order.

 

Limit OrderTipe order ini biasa digunakan oleh trader guna mengantisipasi terjadinya pembalikan arah pada keadaan pasar yang fluktuatif. Namun pada dasarnya limit order ini dapat dilakukan kapanpun. Karena order yang dimaksud disini adalah ‘buy’ dan ‘sell’, maka limit order pun terbagi lagi menjadi limit buy dan limit sell.

Limit buy adalah order beli yang dilakukan pada tingkat harga yang lebih rendah dari harga pasar. Sedangkan limit sell adalah order jual yang dilakukan pada tingkat harga yang lebih tinggi dari harga pasar.

Perlu diketahui bahwa pada limit order ini, kita menentukan transaksi–di tingkat harga tertentu—pada saat harga sedang bergerak ke arah yang berlawanan sehingga sangat berisiko dan tidak disarankan bagi pemula.

 

Stop OrderStop order adalah permintaan transaksi yang ditunda dan akan tereksekusi di harga yang lebih buruk dari harga pasar. Hal ini biasa dilakukan untuk memastikan bahwa pergerakan harga akan melanjutkan trendnya setelah harga eksekusi tersentuh. Misalnya, EURUSD baru saja membentuk pembalikan arah trend (reversal) dari bullish (naik) ke bearish (turun), Anda hanya ingin melakukan ‘sell’ hanya ketika Anda yakin trend tersebut akan berlangsung lama. (Trend akan kita bahas lebih lanjut nanti). Harga pasar menunjukan EURUSD berada di level 1,4666. Keyakinan Anda terhadap trend strong bearish adalah pada saat harga berhasil bergerak ke level 1,4650 sehingga Anda memasang sell stop pada saat harga pasar belum menyentuh level tersebut dan nantinya (secara otomatis) akan tereksekusi di level 1,4650. Stop order ini juga terbagi ke dalam dua jenis: sell stop dan buy stop.

Sell stop adalah transaksi–yang tertunda–yang akan tereksekusi di tingkat harga yang lebih rendah dari harga pasar. (Seperti contoh kasus  di atas). Sedangkan buy stop adalah kebalikannya, yaitu transaksi yang tertunda dan akan tereksekusi di tingkat harga yang lebih tinggi dari harga pasar.

Dalam stop order ini, perbedaan yang akan kita temui dengan limit order adalah pada arah pergerakan harganya (trend). Dimana pada stop order, pada saat kita memasang transaksi, pasti akan didahului oleh trend yang searah dengan transaksi kita sehingga harapan kita adalah harga akan terus melanjutkan trendnya setelah nilai eksekusi tersentuh.

          Sebagai tambahan, terdapat satu lagi tipe order yang masih belum banyak diketahui trader, yaitu Order Cancels Order. Order Cancels Order (OCO) ini adalah tipe order yang masih dalam katagori pending order yang dalam prakteknya OCO akan menyertakan dua order yang searah sekaligus dalam satu pair mata uang. Pada OCO ini, ketika salah satu ordernya tersentuh maka order yang lain akan langsung dibatalkan (cancel) secara otomatis. OCO terbagi lagi ke dalam dua jenis, yaitu: OCO Buy dan OCO Sell.

OCO Buy

 

 

OCO Sell

          Tujuan dari order ini tidak berbeda dengan tujuan-tujuan yang sudah dijelaskan pada tipe-tipe order sebelumnya, yakni: berusaha mendapatkan posisi yang lebih baik dalam mengeksekusi harga, namun dalam dua order sekaligus.